Pemikiran

Salam Kenal! : Sebuah Pengantar Menuju Dunia Lin

Pukul 00.07

Selamat datang di Evanescent Clarity!

Terkadang lucu sekali bagaimana cara Semesta mempertemukan kita, bukan begitu?

Baca lebih lanjut

Iklan
Goresan, Puisi

Rona itu Jangan Kauterka

Kutegaskan kembali padamu
Merah itu bukan jingga!
Sedang jingga bukan merah!
Keduanya berbeda
Kau tahu?

Tak satu pun dari keduanya punya makna yang sama
Konon, jingga adalah renjana bernuansa nelangsa
Sedang merah ialah kobaran asa dalam nestapa
Ah, sungguh
Bukannya keduanya jelas berbeda?

Namun kau masih saja tak jera
Menerka makna di balik rona-rona
Bukankah sudah berulang kali kukatakan
Bahwa rona ialah ragam rupa kepribadian dengan segala kontradiksinya
Yang tak bisa kausimpulkan lewat sekali pandangan

Sayang, sudah kukatakan
Rona itu jangan kauterka sendirian

– Lin

Goresan

End Note of 2018

Teruntuk 2018,

Terima kasih atas segala pencapaian, pelajaran kebahagiaan, kesedihan, kegagalan, pencapaian, serta perjuangan yang silih berganti menghiasi landscape kehidupanku. Semuanya telah kubungkus rapi sebagai bekal untuk menjalani hari depan.

Terima kasih atas suka, duka, dan luka yang telah kauizinkan singgah sejenak ke dalam kehidupanku. Aku belajar banyak dari mereka. Semua suka yang sempat membuatku tertawa lepas telah berhasil membuatku merasa hidup. Semua duka yang sejenak membuatku putus asa telah berhasil mengingatkanku bahwa hidup tak melulu soal bahagia. Semua rasa sakit yang sempat menjejal telah berhasil membuatku tak lekas jera; telah berhasil menempaku menjadi seorang gadis yang lebih tegar dan tabah dibanding kemarin.

Tolong sampaikan terima kasihku kepada sosok-sosok yang kauizinkan singgah dan sudi berbagi kisah denganku. Berkat mereka, aku merasa tidak sendiri dalam menjalani semua. Mereka berhasil meneguhkanku di saat kedua kakiku mulai goyah untuk melanjutkan perjalananku. Mereka pula yang mempertahankan api asaku agar tetap menyala dalam menggapai impianku, walau tak sedikit pula ada yang berusaha untuk memadamkannya.

Bagiku, kau adalah sekelumit tanya yang sukar kuuraikan; serupa pula dengan buku yang usai kubaca namun belum kutemukan pesan yang termaktub di dalamnya. Mungkin akan kutemukan maknanya, entah pada suatu waktu baik yang mana.

Ah, tetapi bukankah dirimu pun manifestasi dari kepingan masa itu sendiri?

Akhir kata, terima kasih untuk segalanya.

Dari aku yang masih terus belajar,

Lin

Pengalaman

A Thousand Thanks

Pukul 00.46

My Dearest,

Walau masaku masih berpijak pada hari awal bulan Desember, sudah begitu banyak peristiwa yang telah terjadi dalam kehidupanku. Aku tidak sadar pasal sejak kapan hidupku tak lagi merupakan serangkaian rutinitas konservatif yang membosankan dan sebatas pemandangan monokrom yang menjenuhkan mata; kini hidupku penuh dengan dinamika, gejolak yang tidak terduga, dan penuh warna.

Entah sejak kapan pula aku memiliki semangat untuk menjalani hari-hariku. Tidak seperti dulu, aku tidak lagi memiliki keinginan untuk melekaskan hari agar cepat usai. Malah, sekarang aku menikmati tiap detiknya, sesekali berharap agar waktu tidak bergegas terlalu cepat.

Tetapi, sebagai gantinya aku meninggalkan ujung penaku tergeletak begitu saja. Mungkin semenjak jurnalku basah karena hujan menghilangkan minatku untuk kembali menulis. Maka dari itu, aku menulis di sini agar aku tidak perlu takut lagi kehilangan tulisan-tulisanku lagi.

Yah, sepertinya kejadian itu tak usah diungkit lagi. Maka dari itu, izinkan aku meneruskan ceritaku.

Tuhan begitu baik hati untuk mempertemukanku dengan banyak orang hebat pada tahun ini. Sedikit banyak, mereka telah mengubah pandanganku tentang kehidupan. Aku belajar untuk kembali tersenyum karena mereka. Lebih-lebih, ada juga sosok yang telah membantuku membukakan gerbang menuju impian yang selama ini telah lama tertutup.

Aku bersyukur sekali. Setelah sekian lama menutup kepercayaanku pada manusia karena kekecewaan, ternyata sosok-sosok itu datang untuk meyakinkanku bahwa masih ada orang baik yang memiliki hati yang tulus di dunia ini; orang-orang baik yang juga berjuang bersamaku dalam kehidupan yang begitu keras ini.

Lagi-lagi, Tuhan, dengan cara-Nya yang sedemikian elusif menyadarkanku bahwa aku tidak dan tidak akan pernah berjuang sendirian dalam menghadapi dinamika hidup yang tak berkesudahan ini. Yah, kalau dihitung-hitung, hal tersebut juga merupakan satu di antara sekian alasan mengapa aku selalu percaya bahwa Tuhan selalu merencanakan waktu yang tepat dalam melaksanakan segala rancangan-Nya.


Lord, I’m very thankful because You’ve brought me together with such great people when I fell so badly into the deepness of despair. With their hands, You’ve lit my dream once more. As long as I have time, I will cherish every moment I had with them all.

I promise that I won’t forget and will treasure them in my heart until the end of my life.

With all of my heart, I will always pray for their happiness and dream. I believe that they deserve your blessing, too. May their dream come true. May they found their happiness. Amen.

“Atas kesadaranku tentang semua kebersamaan ini kelak menjelma histori, kisah ini pasti akan kuceritakan dengan bangga kepada malaikat-malaikat milikku kelak bahwa aku pernah bertemu orang-orang ini; orang-orang hebat yang menjadi perantara-Nya dalam menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar kepadaku, orang-orang yang mengasihiku tanpa syarat.”

Pontianak, 4 Desember 2018

-Lin